Distributor Thermal Oil HTO

Distributor Resmi Thermal oil heater HTO di Indonesia

Tokomesinku merupakan perusahaan bergerak dalam fabrikasi mesin industri di indoneisa yang sudah teruji kulitas dan manfaatnya sperti thermal oil hetaer dan steam boiler. karna dua jenis mesin tersebut adalah produk utama dari perusahaan kami. selain kualitas dan harga bisa bersaing kami juga memberikan after sales dengan baik di setiap waktu dan di steap wilayah. sedikit akan kami bahas pengenalan tentang produk thermal oil yang kami sediakan :

Apa itu thermal oil ? Thermal Oil Heater HTO Mesin pemanas dengan mempergunakan Thermal Oil Fluid sebagai media alat penghantar panas dalam pipa tahan panas yang di desain sepiral dan bisa bekerja hingga temperatur 300 derajat Celcius bahkan lebih. Tentu berbeda dengan mesin steam boiler dimana mesin yang harus mempergunakan tekanan sampai 70 bar untuk pemakaian temperatur 285 derajat Celcius, Thermal Oil Heater sendiri bekerja hanya pada tekanan pompa sirkulasinya saja sehingga sangat aman dan alat-alat yang membutuhkan pemanasan tidak perlu dirancang dengan konstruksi yang khusus.

thermal oil amp

Penukar panas digunakan dalam transfer energi termal dari satu sistem ke sistem lainnya ketika transfer panas langsung tidak memungkinkan. Dalam kebanyakan skenario seperti ini, penukar panas menggunakan fluida yang berfungsi untuk mentransfer panas dari sumber ke lokasi yang berbeda.

Tetapi hari ini, penggunaan minyak sebagai fluida termal menjadi semakin umum. Pemanas oli tidak mengalami masalah dengan tekanan tinggi atau korosi yang diciptakan oleh uap. Mereka juga dapat digunakan dalam berbagai aplikasi di berbagai industri, termasuk minyak dan gas, air dan air limbah, dan proses pemanasan.

Sistem transfer panas minyak panas yang sangat fleksibel memungkinkan efisiensi yang sangat tinggi. Bahkan, untuk aplikasi pemulihan panas limbah, perangkat ini dapat melihat nilai efisiensi di atas 90% – secara signifikan lebih tinggi daripada sistem pemanas berbasis uap.

Pemanasan Fluida Termal oil pengganti Fired Langsung

Industri profesional menggunakan sistem pemanas fluida termal untuk berbagai alasan berbeda, tetapi yang paling utama adalah keselamatan. Dalam sebagian besar proses industri, panas dihasilkan oleh pembakaran langsung hidrokarbon; secara umum, tidak aman untuk mentransfer panas langsung dari sumber ini ke beban. Plus, pendekatan ini menawarkan sedikit kontrol atas perpindahan panas.

Proses pembakaran dapat membahayakan keselamatan komponen mekanik yang terbuka. Kenyataan ini dapat, pada gilirannya, secara signifikan meningkatkan biaya pemeliharaan sistem. Namun, dalam sistem fluida termal, panas dari sumber utama dipindahkan ke fluida yang bersirkulasi, yang dipompa ke penukar panas yang kemudian dapat digunakan untuk memanaskan fluida sekunder, sehingga memberikan jalur perpindahan panas tidak langsung.

Dalam beberapa proses industri, dimungkinkan untuk secara langsung memanaskan fluida di ujung beban, atau fluida sekunder. Tetapi dalam banyak aplikasi, cairan sekunder mungkin korosif, membuat pendekatan ini sangat sulit, jika bukan tidak mungkin. Dan dalam situasi lain, fluida sekunder mungkin memiliki batas suhu yang diinginkan lebih rendah dibandingkan dengan minyak (pada 350 ° C), membuat metode ini sangat tidak efisien.

Sebuah thermal oil heater harus kuat supaya dapat bekerja selama dibawah tekanan tertentu yang harus dilengkapi dengan pesawat-pesawat atau alat-alat sehingga memungkinkan dapat bekerja dengan aman. Sebuah mesin pemanas harus mempunyai persyaratan sebagai berikut :

  1. Hemat dalam pemakaian bahan bakar.
  2. Mendukung sistem control otomatis untuk didapat pengoprasian fleksibel (dapat menyesuaikan naik turunnya beban).
  3. Kontruksi ringkas dan sedehana agar mudah dalam pengoperasian dan perawatannya.
  4. Hemat dalam pemakaian bahan bakar.
  5. Mendukung sistem control otomatis untuk didapat pengoprasian fleksibel (dapat menyesuaikan naik turunnya beban).
  6. Kontruksi ringkas dan sedehana agar mudah dalam pengoperasian dan perawatannya.
  7. Jumlah panas yang hilang karena radiasi harus sekecil-kecilnya.
  8. Dilengkapi peralatan pengaman atau safety device yang memenuhi standar dari dinas pengawasan keselamatan kerja Departemen Tenaga Kerja.

Saat membuat perangkat ini, penting bahwa fluida kerja (minyak panas) mempertahankan suhu antara titik nyala minyak dan titik api. Kondisi lain yang kondusif untuk kerusakan mekanis, seperti kebocoran, harus dihindari. Penting juga untuk memastikan bahwa fluida kerja benar-benar terkandung dan tidak terkena uap air atau sinar matahari langsung.

Pemanas minyak panas termal dapat berfungsi sebagai solusi yang efektif jika semua tindakan pencegahan ini diambil. Seperti dibahas sebelumnya, perangkat ini mendapatkan panas dari sumber, membawa energi panas dalam minyak yang dipompa melalui pipa, dan kemudian mentransfer energi itu ke cairan sekunder.

Komponen Pada Thermal Oil Heater

Thermal Oil Boiler 600.000 Kcal

  1. Tangki Ekspansi (Expansion Tank) :
    Sifat fisika Thermal Oil adalah volume nya akan meningkat ketika dipanaskan. Fenomena ini harus dipertimbangkan ketika merancang system thermal oil. Sistem thermal oil yang dirancang dengan baik harus memiliki tangki ekspansi yang ukuranya cukup untuk menampung penambahan volume dari sistem
  2. Forced Draft fan/ Blower :
    Fungsinya untuk menghisap udara dari luar dan kemudian ditekan kedalam ruang bakar guna terjadi proses pembakaran. Forced draft fan digerakkan oleh motor penggerak, dan dilengkapi oleh saringan udara, serta damper yang berfungsi untuk mengatur jumlah udara masuk yang dibutuhkan untuk proses pembakaran diruang bakar dari thermal oil heater.
  3. Burner :
    Burner merupakan komponen penga butan bahan bakar, bahan bakar akan menyemprotkan penghantar kesuksesan proses pembakaran dan pada saat bersamaan. Ignition memercikkan api listrik yang akan mengakibatkan terbakarnya bahan bakar
  4. Nozzle pipe :
    Merupakan tempat jalannya bahan bakar menuju nozzle tip, dimana terdiri dari 3 (tiga) pipa yaitu: untuk pembakaran tinggi, pembakaran rendah, dan untuk sirkulasi. Pada ujung pipa dipasang 3 (tiga) nozzle tip digunakan untuk pembakaran tinggi, dan 1 (satu) nozzle tip untuk pembakaran rendah.
  5. Nozzle :
    Fungsi sebagai tempat untuk mengabutkan bahan bakar, alat ini di pasang pada ujung nozzle pipe yang dilengkapi dengan saringan.
  6. Oil Pump (F. O booster pump) :
    Fuel oil pump di putar oleh motor (3600 rpm) pompa mengirim bahan bakar keburner, pompa bahan bakar merupakan tipe roda gigi.Dan berfungsi untuk mentransfer MFO untuk dialirkan ke burner
  7. Coil Pemanas atau Pipa-pipa oli (Heating Coil) :
    Coil Pemanas (Heating Coil) berfungsi sebagai media oli yang dipanaskan dengan gas panas hasil pembakaran. Coil pemanas terbuat dari Seamless Boiler Tube yang diroll secara continuous. Setiap sambungan las diperiksa dengan teliti dengan Radiography Test dan Test tekanan akhir mempergunakan tekanan sampai 30 bar. Oli mengalir didalam coil dengan kecepatan yang dirancang secara cermat untuk menghindarkan overheating yang dapat mengakibatkan kerusakan coil akibat terbentuknya arang.
  8. Manometer :
    Manometer adalah alat pengukur tekanan. Alat ini digunakan sebagai alat untuk menunjukan tekanan bahan bakar pada thermal oil heater. Pemasangan manometer ini di tujukan agar besar kecilnya tekanan di dalam thermal oil heater dapat di ketahui sehingga memudahkan untuk mengontrolnya.
  9. Gelas Penduga (Sight Glass) :
    Gelas penduga dipasang pada samping tangki bahan bakar dan tangki ekspansi yang berfungsi untuk mengetahui ketinggian bahan bakar atau oli di dalam tangki. Tujuannya adalah untuk memudahkan pengontrolan ketinggian bahan bakar atau oli dalam tangki selama thermal oil heater sedang beroperasi. Gelas penduga ini harus dicuci secara berkala untuk menghindari terjadinya penyumbatan yang membuat level oli atau bahan bakar tidak dapat dibaca
  10. Pompa Sirkulasi (Circulating Pump) :
    Pompa Sirkulasi (Circulating Pump) adalah bagian terpenting dari sistem thermal oil heater karena akan menentukan kelancaran thermal oil heater sistem.
  11. Emergency Stop :
    Emergency Stop ini digunakan untuk melindungi thermal oil heater, karena apabila burner terus bekerja ketika aliran berkurang / tidak ada aliran, maka oli didalam pipa akan mengalami akan mengalami overheating yang akan menyebabkan terjadinya oil coking atau pengarangan.
  12. Flow Control :
    Untuk menghindari semua insiden diatas, yang mungkin terjadi karena problem tidak ada aliran, maka harus dibuatkan interlock low flow shutdown pada burner safety. Sistem yang paling efektif adalah pressure sensor karena sudah terbukti menjadi sistem yang dapat diandalkan untuk jangka Panjang. Untuk memberikan indikasi dari keadaan no flow, pabrik dapat memasang pressure sensor. Ada beberapa cara pemasangan flow control:
    1) Mechanical flow switch pada aliran utama oli.
    2) Differential pressure flow switch.
    3) High Pressure Regulating Valve antara line suction dan discharge pompa.
  13. Panel Kontrol Listrik :
    Panel Kontrol Listrik fungsi yang paling utama ialah sebagai sumber distribusi listrik dan sebagai pengontrol utama dari semua komponen unit thermal oil heater
  14. Filter bahan bakar :
    Filter berfungsi Sebagai penyaring bahan bakar (MFO) dari kotoran-kotoran yang terkandung didalam bakar sebelum dialirkan ke burner

Perbedaan Thermal oil Vertikal dan Horizontal 

Tidak ada perbedaan fungsional antara instalasi pemanas vertikal dan horizontal. Dalam kedua kasus, panas dipindahkan dari fluida kerja (minyak termal) ke fluida sekunder. Pilihan konfigurasi vertikal atau horizontal terutama didasarkan pada tata letak pabrik dan batasan ruang tertentu.

Secara umum, sistem transfer pemanas minyak panas horisontal memungkinkan untuk akses yang lebih baik ke perangkat untuk operasi pemeliharaan, tetapi mereka juga mengambil lebih banyak ruang lantai. Pemanas vertikal membutuhkan ruang lebih sedikit tetapi dapat menimbulkan tantangan aksesibilitas.

KesimPulan Thermal Oil

Thermal oil heater dibuat untuk menghasilkan panas dengan jalan memanaskan oli di dalamnya dengan gas panas hasil pembakaran memanaskan aliran oli dicoil dengan panas radiasi. Oleh karena itu panas dari bahan bakar tersebut harus banyak diserap oleh coil guna menghasilkan panas yang maksimal.

Untuk mencapaihal tersebut maka konstruksi dari susunan pipa-pipa atau coil yang memisahkan antaraoli dengan gas panas yang memanaskan oli tersebut harus diatur sedemikian rupa. Ketika mesin pemanas ini beroperasi dengan cara otomatis sering terjadi beberapa gangguan-gangguan diantaranya menurunnya temperatur pembakaran. Hal ini sering disebabkan karena kurangnya perawatan pada bagian-bagian dari pada thermal oil heater tersebut. Untuk mengetahui gangguan-gangguan tersebut maka kita perlu melakukan pengecekan pada bagian-bagian thermal oil heater tersebut, sebelum kita memastikan bagian mana yang akan kita lakukan perbaikan.

Agar thermal oil heater dapat beroperasi dengan lancar dan tidak mengalami kendala pada saat digunakan maka kita perlu seorang supervisor atau operator yang memahami bagaimana cara mengoperasikan dan merawat thermal oil heater. Karena didalam mesin pemanas ini terdapat komponen-komponen yang sangat banyak,maka agar lebih mudah perlu adanya pemahaman dan teori mengenai thermal oil heater

Jual Thermal oil CPO Kapal

Jual Thermal Oil Boiler Pemanas CPO 

Thermal oil Merupakan alat penghasil panas atau sebagai mesin penghantar panas dengan menggunakan media oli di dalam pipa seamless yang di rancang spiral di dalam tengki . pemanas thermal oil yang bersumber dari api burner dengan bahan bakar light oil, hevy oil, natural gas dan lain- lain . selain itu thermal oil heater bisa mencapai panas temperatur hingga 300 derajat celcius atau lebih.

Thermal oil heater cap 100.000 kcal

Thermal oil sendiri memang bisa di oprasikan dengan temperatur di atas 300 drajat namun tidak memiliki tekanan yang tinggi seperti steam boiler, tekanan pada thermal oil hanya menggunakan dorongan dari pompa saja beda dengan steam boiler bisa bertekanan hingga 12 bar bahkan lebih.

Thermal oil dapat di gunakan pada pabrik industri dan perkapalan pemanasan CPO  yang memerlukan panas di rancang dengan multi tubular concentrik coil, vertical exsecution posisi berdiri dan horizontal execution (posisi tidur) multi tubular coils menjadikan perpindahan panas dalam coil sangat seimbang dan semporna sehingga lebih menjamin terhindar dari resiko pembakaran filming oil yang bisa menimbulkan kerak . permukaan combustion chamber extra luas untuk menghindari api yang bisa merusak permukaan coil . juga tidak memerlukan water treatment plant dan tidak memerlukan chemical dosing dalam pengoprasian penggunaan mineral oil sebagai media transfer tidak menimbulkan endapan kotoran pengerakan tidak corosif dan setabil pada temperatur oprasi.

Matrial di rakit dari serangkaian bahan bahan componen import yang sudah di kenal handal dan sangat berkualitas tinggi setiap komponen sudah mempunyai perwakilan di jakarta dan mudah di dapatkan di pasaran sehingga tidak ada kekehawatiran tentang suku cadangya. pada setiap proses pembuatanya di kerjakan sesuai standar prosedur serta Quality control yang ketat sehingga menjadikan thermal sebagai oil heater yang kokoh dan handal.

Spesifikasi Thermal Oil Pemanas CPO kapal 400.000 kcal/h

Thermal oil pemanas oli

  • Efficiency at 100 % of the load* % 87
  • Efficiency at 75 % of the load* % 87,5
  • Max. thermal fluid temperature C 350
  • Pressure drop fluid side P bar 0,6
  • Max T between outlet and inlet temp. C 300
  • OVERALL DIMENSIONS AND CONNECTIONS
  • L Lenght mm 1620
  • W Width mm 1380
  • H Height mm 2450
  • N1 Thermal oil inlet flange DN 80
  • N2 Thermal oil outlet flange DN 80
  • N3 Thermal oil drain flange DN 20
  • N4 Natural gas inlet DN/PN 1
  • N6 Liquid fuel inlet DN/PN 1/2
  • N5 Stack diameter mm 314
  • Thermal oil volume in the boiler l 165
  • Boiler empty weight t 1,6
  • TYPE OF BURNER (REGULATION STAGES)**
  • Heavy fuel oil burner stages 2 stage
  • Natural gas fuel stages 2 stage
  • Diesel oil burner stages 2 stage
  • FUEL CONSUMPTION***
  • Min. gas pressure mbar 50
  • Nat. gas (100% of the load) Nm3/h 54,1
  • Nat. gas (75% of the load) Nm3/h 40,3
  • Diesel oil (100% of the load) l/h 45,1
  • Diesel oil (75% of the load) l/h 33,6
  • Heavy fuel oil (100% of the load) kg/h 47,4
  • Heavy fuel oil (75% of the load) kg/h 35,3
  • FUEL CALORIFIC POWER
  • Heavy fuel oil*** kcal/kg 9700
  • Natural gas kca l/Nm3 8500
  • Diesel oil kcal/kg 10200
  • INSTALLED TOTAL ELECTRIC POWER (400V 3Ph+N)
  • Heavy fuel oil KW 6
  • Nat. gas or diesel oil KW 0,7
  • THERMAL OIL CIRCULATION PUMP CHARACTERISTICS*****
  • Flow rate m3/h 25
  • Pump head m 40
  • Installed total electric power KW 5,5
  • Power consumption KW 2,8

Layanan Customer & Info Marketing Penjualan

Perusahaan kami tokomesinku adalah perusahaan cabang dari PT INDIRA DWI MITRA dimana perusahaan tersebut merupakan perusahaan fabrikasi steam boiler dan thermal oil heater perusahaan yang sudah memiliki sertifikat ahli K3 khusus, surat penunjukan fabrikasi , sertifikat juru las dan tenaga teknis yang profesional dan handal di bidangnya berpenglaman 10 an tahun .

Kami juga merupakan distributor resmi pensupply thermal oil dengan sesuai kebutuhan user. dimana thermal oil yang kami pasarkan sangat membantu anda karna sistem pelayanan yang kami terapkan kebutuhan sesuai user bukan kebutuhan user sesuai produk kami, salain itu kami memberikan after sales yang ramah dan tidak berhitungan sama waktu selama masih online 24 jm siap melayani pelanggan dan menjaga kepuasan pelanggan.

info marketing:
Zaenal Arifin
Hp. 0813-8577-6935
email. arifin@indira.co.id

Pabrik Themal oil heater

Manufatur thermal oil di indonesia

Tokomesinku adalah salah satu distributor pembuatan thermal oil dengan kapastitas dan model berbagai macam sesuai kebutuhan pembeli. dimna perusahaan kami perusahaan yang sudah mempunyai ahli tenaga pembuatan thermal oil ahli K3 khusus, sertifikat walder dan perusahaan kena pajak. selain kami mengutamakan kualitas dan keawetan mesin yang kami jual kita juga memberi pelayanan after sales sebaik mungkin agar kenyaman pembeli dan pertanyaan pembeli bisa kami bantu dengan baik.

Jual-thermal-oil-heater-pemanas-asphalt-dan-crude-palm-oil-di-kapal-tanker

Pengetahuan umum thermal oil

Pemanas oli termal biasanya dioperasikan di bawah titik didih minyak termal. Tekanan operasi adalah tekanan pompa untuk bersirkulasi minyak termal melalui pemanas dengan aliran yang cukup untuk mencegah terlalu panas dari minyak termal. Minyak termal adalah zat yang mudah terbakar yang dapat menghasilkan mudah terbakar kabut untuk menyebabkan bahaya kebakaran dan ledakan pada suhu tinggi. Kontrol suhu kerja minyak panas penting untuk pengoperasian yang aman dari pemanas oli termal. Tungku untuk pemanas minyak panas yang dipecat adalah ruang berisiko tinggi di dimana gas eksplosif dapat terakumulasi saat minyak termal atau minyak bakar
bocor ke tungku.

thermal oil boiler

Pemanas oli termal telah terlibat dalam kecelakaan serius di luar negeri. Peralatan ini harus dioperasikan dengan sangat hati-hati. Personil harus terlibat dalam operasi dan pemeliharaan pemanas ini sepenuhnya fasih dengan prosedur operasi dan keselamatan yang benar perangkat seperti yang diberikan dalam manual pabrikan. Perangkat penting untuk pengoperasian dan keamanan peralatan ini diberikan di bawah ini.

Pengertian Sistem Minyak Termal oil

Sistem minyak termal adalah pembangkit panas pembawa panas (minyak termal) terdiri dari pemanas minyak termal, pompa sirkulasi, panas yang dikonsumsi perangkat, tangki ekspansi, tangki penyimpanan, de-aerator, perpipaan dan kontrol panel. Pemanas oli termal biasanya dari jenis tabung koil, yang bisa jadi vertikal atau horizontal. Dapat dipanaskan secara listrik atau dipecat oleh bahan bakar menaikkan suhu minyak termal. Minyak termal yang bersirkulasi melalui sistem pertama kali dinaikkan ke suhu sekitar 300 derajat C di pemanas minyak termal. Itu minyak yang dipanaskan kemudian mengalir ke perangkat yang memakan panas untuk memindahkan panas energi untuk keperluan pemanasan. Penurunan suhu sekitar 40 derajat C dalam perangkat konsumsi biasanya diantisipasi. Setelah panas telah diserap, minyak termal dikembalikan ke termal pemanas oli melalui pompa sirkulasi. Tangki ekspansi disediakan dalam sistem untuk melakukan ekspansi minyak termal saat dipanaskan. De-aerator terkadang dipasang untuk menghilangkan udara dalam sistem. Tangki penyimpanan, memiliki kapasitas cukup untuk menampung semua oli dalam sistem, juga dipasang. Dalam hal dari setiap keadaan darurat atau perbaikan, seluruh konten dalam sistem dapat dikosongkan ke tangki penyimpanan ini.

Thermal oil solar

Persyaratan Pembawa Panas :

(1) titik didih tinggi;
(2) suhu pemadatan rendah;
(3) stabilitas termal yang baik;
(4) viskositas rendah;
(5) sifat perpindahan panas yang baik;
(6) kecenderungan korosi yang rendah; dan
(7) tidak beracun dan tidak berbau.

Sistem Praktik untuk Operasi yang Aman dari Pemanas Minyak Thermal Minyak termal yang umum digunakan memiliki signifikan berikut keunggulan dibandingkan air :

(1) titik didih yang lebih tinggi pada tekanan atmosfer;
(2) kecenderungan rendah untuk korosi atau pembentukan skala;
(3) tidak perlu melakukan perawatan rutin; dan
(4) tidak ada ekspansi selama solidifikasi.

Sifat-sifat minyak termal yang khas adalah:

•Kepadatan pada 200 ˚C 760 kg / m3
•Kapasitas Termal Spesifik 2.4 kJ / kgK
•Titik Nyala 180 ˚C
•Titik Pengapian 370 ˚C
•Titik didih 330 ˚C
•Pour Point -18 ˚C
•Koefisien Ekspansi Termal 0,00076 / ˚C

Perlengkapan Part Thermal oil

A.  Safety Valve 

Fungsinya untuk mencegah pemanas oli termal beroperasi pada tekanan yang melebihi batas maksimum yang diizinkan tekanan. Ini harus dihubungkan langsung ke oli independen outlet pemanas minyak termal dan tidak ada katup harus ditempatkan diantara. Katup pengaman harus ditempatkan secara vertikal.

Ketika roda pelonggaran dipasang untuk mengangkat katup dari nya kursi, itu harus digerakkan sekali sehari dan katup harus diuji dengan tekanan oli setiap minggu. Kode Praktik untuk Operasi yang Aman dari Pemanas Minyak Thermal Pipa pelepasan katup pengaman harus dihubungkan ke bagian atas tangki ekspansi atau tangki penyimpanan berventilasi tertutup. Jika katup pengaman dipasang pada pompa sirkulasi, maka itu debit harus terhubung ke hisap pompa

B.High Thermal Oil Temperature Cutout Alarm

Ini adalah sakelar guntingan suhu yang digunakan untuk melindungi sifat fisik minyak termal dan mencegah pemanas oli termal dari overheating. Terlalu panas akan menyebabkan kemunduran cepat minyak termal. Jika suhu minyak termal telah mencapai nilai pengaturan kontrol termostat, pembakar bahan bakar atau elemen pemanas listrik akan matikan secara otomatis.

Salah satu metode pengujian sakelar guntingan suhu adalah menyetel suhu kerja lebih tinggi dari suhu guntingan dengan mengubah nilai pengaturan termostat kontrol. Itu nilai pengaturan termostat harus dikembalikan ke normal nilai setelah pengujian.

C.Thermal Oil Flow Limiter

Ini dalam bentuk saklar tekanan diferensial yang dipasang di inlet dan outlet oli pemanas minyak termal. Jika aliran minyak terganggu oleh penyumbatan yang ditemukan di dalam pipa minyak atau karena kegagalan pompa sirkulasi, pembakar bahan bakar atau listrik elemen pemanas akan dipotong

D.Low Oil Level Cutout in Expansion Tank

Hilangnya minyak termal karena kebocoran dapat ditunjukkan dengan ini perangkat yang akan mematikan pembakar bahan bakar atau pemanas listrik elemen. Kebocoran ini biasanya ditemukan pada tabung pemanas, poros segel pompa sirkulasi, pipa dan flensa sistem. Jika kebocoran dari kompor bahan bakar terjadi di dalam tungku, ledakan dapat terjadi

E.Thermal Oil Heater Control

Parameter utama yang mengendalikan pemanas minyak panas adalah suhu kerja. Peran tekanan operasi, adalah tidak begitu menonjol karena setiap perubahan tekanan tidak akan mempengaruhi suhu kerja sistem. Selanjutnya tekanan pada sistem pada dasarnya adalah tekanan pelepasan hanya dari pompa sirkulasi.

Ketika suhu minyak di dalam pemanas minyak termal telah mencapai batas pengaturan suhu atas, panas input akan dihentikan tetapi pompa sirkulasi akan berjalan terus menerus. Ketika suhu minyak telah mencapai batas pengaturan suhu yang lebih rendah, pembakar bahan bakar atau listrik elemen pemanas lagi akan digerakkan oleh termosta

sumber artikel :