Boiler Tungku Desain Simple
0 0
Read Time1 Minute, 48 Second

Boiler Tungku Desain Simple

Boiler Tungku Desain Simple

Saat ini banyak para pengguna evaporator menggunakan bahan bakar padat (strong fuel) sebagai pilihan untuk konsumsi bahan bakar mereka, contohnya cangkang sawit. cangkang kelapa sawit (batok/tempurung nya) sebagai bahan bakar. Pertimbangan penggunaan bahan bakar ini, karena cangkang sawit banyak tersedia di negri ini. Perkebunan kelapa sawit bisa kita temukan di pulau sumatera, jawa, kalimantan dan sulawesi.

Maka dari itu, para pemilik perusahaan/pabrik banyak yang memanfaatkan limbah cangkang ini sebagai bahan bakar kettle mereka. Bahkan, seperti pulau jawa yang perkebunan sawitnya belum banyak, perusahaan banyak yang menggunakan vangkang sawit karena alasan lingkungan dan finansial. Biaya yang harus dikeluarkan sebagai konsumsi bahan bakar kettle lebih ekonomis dibandingkan dengan slar maupun gas, apalagi LPG.

Alasan kedua biasanya cangkang sawit digunakan sebagai pengganti bahan bakar batu bara, karena emisi gas buang yang dikeluarkan dari cerobong pembakaran bahan bakar lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan bahan bakar batu bara yang nilai kandungan kimia beracunnya yang lebih tinggi. Selain sawit, ada juga yang menggunakan batu bara, kayu ampas batang tebu, tongkol jagung atau bahan limbah komoditas pertanian lainnya yang bisa di bakar.

Untuk bisa menggunakan cangkang kelapa sawit, maka harus dibuatlah kettle dengan desain tungku. Berbeda dengan evaporator atau warm oil berbahan bakar diesel/sun based atau gas. Desain heater dengan mesin pembakar/burner lebih sederhana jika dibandingkan dengan evaporator dengan tungku, harus ada ruang bakar untuk bahan bakar strong fuel ini.

Biasanya desain dari tungku heater sudah bisa dipercayakan kepada evaporator producer, karena mereka lebih tahu dan berpengalaman dalam hal merancang kettle tungku dengan desain yang pas. Hal ini biasanya berdasarkan pertimbangan efisiensi ruangan, kecepatan pembakaran atau type kettle nya itu sendiri.

Kalori yang dihasilkan dari pembakaran cangkang sawit bisa mencapai 4000 – 4500 kcal/kg, hanya selisih sekitar 500 – 1000 kalori saja dari bahan bakar batu bara yang kalorinya sekitar 5000 sampai 5500. Keuntunganlainnya adalah harga bahan bakar cangkang per tonnya jauh lebih murah dibandingkan batubara. Sehingga akan meningkatkan nilai effisiensi biaya pengeluaran bahan bakar heater.

Bahan bakar jenis cangkang sawit sangat melimpah tersedia di Indonesia. Pada umumnya, cangkang sawit merupakan bahan bakar kedua terbesar dalam penggunaanya sebagai bahan bakar setelah batu bara dalam kategori strong fuel.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat